Latar Belakang dan Konsep Dasar
China telah menjadi salah satu destinasi wisata terpopuler di Asia, menawarkan perpaduan unik antara warisan budaya berusia ribuan tahun, kota metropolitan modern, pemandangan alam yang beragam, serta infrastruktur transportasi yang sangat terintegrasi. Bagi wisatawan Indonesia yang pertama kali berkunjung, memahami aturan masuk, sistem layanan publik, dan kebiasaan lokal menjadi kunci agar perjalanan berjalan lancar, terutama karena beberapa sistem di China (seperti pembayaran digital dan layanan publik terintegrasi) memiliki mekanisme yang berbeda dengan di Indonesia.
Sejak pertengahan 2025, pemerintah China terus memperluas kebijakan fasilitas masuk bagi wisatawan mancanegara, termasuk warga Indonesia, untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata dan pertukaran budaya antarnegara ASEAN. Pada Agustus 2026, ada sejumlah aturan baru terkait pendaftaran akomodasi, pembayaran digital, dan prosedur masuk yang perlu diketahui sebelum keberangkatan.
Bagaimana Sistem Wisata dan Layanan di China Bekerja
Pengelolaan layanan wisata dan kunjungan warga asing di China berada di bawah koordinasi National Immigration Administration (NIA), Kementerian Luar Negeri China, serta otoritas pariwisata dan transportasi nasional. Seluruh prosedur masuk, izin tinggal sementara, hingga layanan dasar untuk turis diatur secara terintegrasi melalui platform digital resmi, sehingga sebagian besar keperluan perjalanan dapat diurus tanpa harus mengunjungi kantor layanan secara langsung.
Sistem transportasi China mengandalkan jaringan kereta kecepatan tinggi (kereta cepat) yang menjangkau hampir seluruh kota besar, serta sistem transportasi umum kota yang terhubung dengan kode pembayaran digital. Di seluruh wilayah China, pembayaran non-tunai menjadi metode utama transaksi, namun saat ini sudah ada solusi pembayaran khusus yang dirancang untuk wisatawan asing yang tidak memiliki rekening bank China. Untuk akomodasi, sistem pendaftaran tamu asing terhubung langsung dengan database imigrasi, baik yang diurus oleh pihak hotel maupun yang diurus mandiri untuk tempat tinggal non-hotel.
Per 15 September 2026, peraturan baru tentang administrasi keluar-masuk wilayah China akan mulai berlaku, yang menekankan keaslian dokumen dan tujuan kunjungan; wisatawan yang memberikan informasi palsu saat proses imigrasi dapat ditolak masuk sesuai aturan yang berlaku.
Hal Penting yang Perlu Diketahui Wisatawan Asing
Persyaratan Masuk dan Kebijakan Visa
Warga negara Indonesia dapat mengunjungi China dengan ketentuan visa sebagai berikut (informasi terbaru per Agustus 2026):
- Transit bebas visa 240 jam (10 hari): Berlaku sejak 12 Juni 2025, warga Indonesia yang transit melalui 60 pelabuhan masuk resmi (termasuk bandara Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Xiamen) menuju negara ketiga dapat tinggal di wilayah provinsi yang ditentukan hingga 10 hari tanpa visa, untuk keperluan wisata, bisnis, atau kunjungan keluarga. Selama masa ini, aktivitas bekerja, belajar, atau peliputan berita tidak diizinkan tanpa izin khusus.
- Bebas visa 30 hari untuk wilayah Hainan: Wisatawan Indonesia dapat berkunjung ke pulau Hainan tanpa visa dan tinggal hingga 30 hari untuk keperluan wisata, sesuai kebijakan khusus wilayah pariwisata.
- Visa wisata (Visa L) untuk kunjungan lebih lama: Jika berencana berkunjung lebih dari 10 hari dan tidak dalam rute transit, wisatawan perlu mengajukan visa wisata melalui Kedutaan Besar China di Jakarta atau kantor konsulat di Surabaya dan Denpasar, dengan melampirkan paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan, bukti pemesanan hotel, tiket pulang-pergi, dan rencana perjalanan.
Terkait persyaratan kesehatan: tidak ada lagi kewajiban menunjukkan hasil tes COVID-19 atau mengisi kartu deklarasi kesehatan khusus sebelum masuk, namun wisatawan dengan gejala penyakit menular (demam, batuk, diare) perlu memberitahu petugas bea cukai untuk diperiksa. Sebagian besar wisatawan perlu mengisi Kartu Kedatangan China secara online melalui platform layanan NIA sebelum mendarat, kecuali pemegang Kartu Izin Tinggal Permanen China.
Paspor yang digunakan harus memiliki minimal 2 halaman kosong untuk stempel imigrasi, dan dalam kondisi tidak rusak.
Transportasi di Dalam Negeri
Jaringan kereta cepat China menjadi pilihan transportasi antar kota paling efisien untuk wisatawan:
- Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi resmi 12306 (tersedia versi bahasa Inggris) yang mendukung pendaftaran dengan paspor asing, atau platform perjalanan pihak ketiga dengan biaya layanan kecil. Tiket bersifat elektronik yang terikat dengan nomor paspor, sehingga tidak perlu mencetak tiket fisik.
- Proses masuk stasiun: disarankan tiba 30-45 menit sebelum keberangkatan, karena pemeriksaan keamanan stasiun memiliki prosedur mirip bandara. Wisatawan asing dapat menggunakan jalur pemeriksaan manual dengan menunjukkan paspor. Pintu pemeriksaan tiket akan ditutup 5 menit sebelum kereta berangkat.
- Untuk transportasi dalam kota, layanan metro dan bus di 43 kota besar sudah mendukung pembayaran melalui aplikasi perjalanan khusus turis.
Pembayaran dan Layanan Komunikasi
Wisatawan tidak perlu lagi menyiapkan uang tunai dalam jumlah besar atau membuka rekening bank China untuk bertransaksi:
- Aplikasi Nihao China yang diluncurkan China UnionPay menjadi pilihan paling praktis untuk turis: dapat didaftarkan dengan nomor ponsel luar negeri, email, atau Apple ID, mendukung pengisian saldo dengan kartu Visa, Mastercard, JCB, dan kartu luar negeri lainnya, serta dapat digunakan untuk membayar di seluruh merchant yang menerima kode QR UnionPay, WeChat Pay, dan Alipay. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan pembayaran metro/bus, fitur terjemahan, panduan wisata, dan informasi pengembalian pajak bagi turis.
- WeChat Pay dan Alipay juga dapat digunakan dengan mengikat kartu bank luar negeri dan verifikasi paspor, namun antarmuka aplikasi lebih banyak menggunakan bahasa Mandarin sehingga kurang praktis untuk turis jangka pendek.
Untuk layanan komunikasi, wisatawan asing dapat membeli kartu SIM di kantor layanan resmi operator telekomunikasi (China Mobile, China Telecom, China Unicom) dengan menunjukkan paspor asli. Ponsel yang digunakan perlu mendukung jaringan 5G atau VoLTE agar dapat terhubung dengan jaringan di China. Pengisian pulsa dapat dilakukan melalui aplikasi operator atau minimarket di seluruh kota.
Pendaftaran Akomodasi
Wisatawan yang menginap di hotel tidak perlu mengurus pendaftaran secara mandiri, karena pihak hotel akan melaporkan data tamu asing ke otoritas imigrasi secara otomatis. Untuk wisatawan yang menginap di tempat tinggal non-hotel (misal rumah teman, apartemen sewa), per Maret 2026 pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui platform “Immigration Bureau 12367” (situs web, aplikasi, atau mini program di WeChat/Alipay) dalam waktu 24 jam setelah tiba, tanpa harus datang ke kantor polisi. Pendaftaran online memiliki kekuatan hukum yang sama dengan pendaftaran langsung di kantor polisi. Kegagalan mendaftarkan akomodasi dapat dikenai peringatan atau denda sesuai peraturan.
Rute Wisata Populer untuk Kunjungan Pertama
Untuk kunjungan pertama dengan durasi 7-10 hari, rute klasik yang banyak dipilih wisatawan adalah:
- Segitiga emas budaya: Beijing (Tembok Besar, Kota Terlarang, Istana Musim Panas) – Xi’an (Pasukan Terakota, Kota Tua) – Shanghai (Bund, Kota Tua Zhujiajiao, distrik komersial Nanjing Road), yang dapat dihubungkan dengan kereta cepat dengan total waktu tempuh sekitar 10 jam perjalanan seluruh rute.
- Rute kuliner dan pemandangan kota pegunungan: Chengdu (Pusat Penangkaran Panda Raksasa, jalanan kuliner pedas) – Chongqing (kota berbukit dengan pemandangan malam sungai Yangtze, hot pot khas), yang hanya berjarak 1,5 jam perjalanan kereta cepat.
Pertanyaan Umum dalam Praktik Perjalanan
Banyak wisatawan pertama kali khawatir dengan kendala bahasa, terutama di kota-kota kecil. Di kota besar seperti Beijing, Shanghai, dan kawasan wisata utama, banyak staf layanan yang dapat berbahasa Inggris dasar, dan fitur terjemahan di aplikasi perjalanan dapat membantu berkomunikasi dengan warga lokal. Untuk transaksi di warung kecil atau pasar tradisional, menunjukkan kode pembayaran dari aplikasi Nihao China sudah cukup tanpa perlu berbicara banyak.
Terkait penggunaan aplikasi luar negeri, sebagian layanan media sosial dan aplikasi pesan yang umum digunakan di Indonesia dapat diakses melalui jaringan WiFi di hotel atau dengan kartu SIM internasional, sesuai aturan layanan internet yang berlaku di China. Pengisian daya listrik di China menggunakan colokan tipe A, C, dan I dengan tegangan 220V, sehingga wisatawan dari Indonesia tidak perlu menyiapkan konverter jika ponsel dan perangkat elektronik sudah mendukung tegangan 220V, namun dapat menyiapkan adaptor colokan yang sesuai.
Untuk keamanan, nomor darurat umum di China adalah 110 (polisi), 120 (ambulans), dan 119 (pemadam kebakaran), yang dapat dihubungi secara gratis dari ponsel mana pun.
FAQ
Apakah warga Indonesia bisa masuk China tanpa visa untuk liburan?
Saat ini, bebas visa tanpa syarat transit hanya berlaku untuk rute transit menuju negara ketiga dengan durasi tinggal maksimal 10 hari (240 jam), serta kunjungan ke pulau Hainan hingga 30 hari. Untuk kunjungan wisata ke kota lain di China dengan durasi lebih lama, Anda perlu mengajukan Visa L (wisata) di kantor perwakilan China di Indonesia.
Apakah saya perlu membawa uang tunai RMB saat berkunjung?
Disarankan membawa uang tunai dalam jumlah kecil (setara 1-2 juta Rupiah) untuk transaksi di pedagang kecil di daerah terpencil, namun hampir semua merchant di kota besar dan kawasan wisata menerima pembayaran digital melalui aplikasi Nihao China yang dapat diisi dengan kartu bank Indonesia.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendaftar kartu SIM sebagai turis asing?
Proses pendaftaran di kantor operator resmi hanya membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit dengan menunjukkan paspor asli, dan paket data untuk turis biasanya tersedia untuk durasi 7-30 hari dengan harga mulai dari 50-100 RMB.
Apakah saya perlu mendaftar akomodasi sendiri jika menginap di hotel?
Tidak, pihak hotel akan secara otomatis melaporkan data Anda ke otoritas imigrasi saat proses check-in. Kewajiban mendaftar secara mandiri (online atau di kantor polisi) hanya berlaku jika Anda menginap di tempat non-hotel seperti rumah warga atau apartemen sewa mandiri.
Kapan tiket kereta cepat biasanya mulai dijual untuk pemesanan?
Tiket kereta cepat biasanya mulai dijual 15 hari sebelum tanggal keberangkatan, dan tiket untuk rute populer pada hari libur nasional China biasanya habis terjual dalam hitungan jam, sehingga disarankan memesan tiket jauh-jauh hari.
Apakah ada pembatasan barang yang dapat dibawa masuk ke China?
Barang terlarang seperti narkoba, senjata, materi pornografi, dan produk makanan segar tanpa izin karantina dilarang dibawa masuk. Barang bawaan pribadi untuk keperluan wisata tidak dikenai bea masuk selama dalam batas jumlah wajar.
Sumber Referensi
- Pengumuman Administrasi Imigrasi Nasional China tentang Kebijakan Transit Bebas Visa 240 Jam untuk Warga Indonesia: http://big5.www.gov.cn/gate/big5/www.gov.cn/zhengce/zhengceku/202506/content_7027405.htm
- Kedutaan Besar China di Indonesia: Informasi Fasilitas Kunjungan ke China untuk Warga Indonesia: https://id.china-embassy.gov.cn/lsfw/zytz_0/202607/t20260723_11990835.htm
- Administrasi Komunikasi Kota Tianjin: Panduan Pendaftaran Kartu SIM untuk Warga Asing di China: https://tjca.miit.gov.cn/bsfw/bszn/art/2026/art_4cdc69ee883e409990033d44b49e0fab.html
- Administrasi Imigrasi Nasional China: Kebijakan Pendaftaran Akomodasi Online untuk Warga Asing: https://www.nia.gov.cn/n741440/n741577/c1771556/content.html
- Berita Ekonomi China: Panduan Pembayaran untuk Wisatawan Asing di China 2026: https://www.cet.com.cn/wzsy/kjzx/10489693.shtml
- Panduan Transportasi Kereta Cepat untuk Wisatawan Asing 2026: https://chinahappens.com/zh/guides/china-trains/
- Persyaratan Masuk China 2026: https://www.chinatravel.com/guide/china-entry-and-exit